ketaatan melahirkan badai

Selasa, 22 Mei 2012

Ketaatan Melahirkan Badai
Bacaan: Matius 14:22-32

Yesus segera memerintahkan murid-muridNya naik ke perahu dan mendahuluiNya ke seberang. - Mat 14:22

Kalau Tuhan yang menyuruh pasti semuanya dijamin beres. Tak akan ada masalah. Tak akan ada kesulitan. Tak ada ketakutan. Tak ada kekuatiran sama sekali. Semuanya akan baik-baik saja. Pemikiran seperti inilah yang ada dibenak murid-murid ketika Yesus memerintahkan mereka untuk mendahuluiNya dan bertolak ke seberang. Dengan siulan sukacita mereka mulai mendorong perahunya agar segera berlayar.
Namun siapa sangka, ketika mereka ada di tengah-tengah danau, tiba-tiba saja langit menjadi begitu gelap. Awan hitam bergulung-gulung dengan suara bergeluruh. Angin sakal datang tanpa diundang. Badai mulai menghantam mereka! Kekacauan mulai terjadi. Parahnya, perahu murid-murid sudah diombang-ambingkan kian kemari dan kemasukan banyak air. Dalam situasi seperti ini, bisakah Anda menebak apa yang ada di benak pikiran murid-murid?
Bukankah Yesus yang menyuruh bertolak ke seberang? Bukankah kami sudah berusaha taat? Lalu mengapa badai datang justru pada saat kami taat? Mengapa sepertinya Tuhan mengirim kami kepada badai dan membiarkan kepanikan kami begitu saja? Pertanyaan-pertanyaan yang sama sedang bermunculan di pikiran kita. Bukankah aku sudah bertobat, mengapa justru masalah semakin kompleks? Bukankah aku sudah belajar memberi, mengapa justru usahaku bangkrut? Bukankah aku sudah belajar mengampuni, namun mengapa tatapan sinis yang aku terima? Bukankah aku sudah mengikut dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, tetapi mengapa badai kehidupan yang aku tuai?
Sabar, ceritanya belum selesai. Tak lama kemudian datanglah Tuhan dan segera meredakan badai itu. Ternyata Tuhan tidak meninggalkan mereka. Tuhan hanya ingin sekali lagi memberikan pengalaman menakjubkan kepada mereka! Di tengah-tengah badai kehidupan yang sedang menerpa, Tuhan tak akan biarkan kita seorang diri. Ia selalu menyertai kita. Ia tahu persis bagaimana meredakan badai itu. Ia ahlinya. Justru Ia ingin membawa kita ke sebuah pengalaman iman yang menakjubkan. Mengalami mujizat besar karena kita taat. Merasakan luar biasanya pertolongan Tuhan karena lebih dulu merasakan badai kehidupan. Jadi, jangan pernah berhenti melakukan ketaatan.
Menghadapi badai hidup dengan iman, sukacita dan penyerahan diri.

Bukan Permainan

Minggu, 01 April 2012

Bacaan: Efesus 5:15

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.- Efesus 5:15


Bagi anak-anak muda yang memuja kemerdekaan, mereka punya slogan bahwa hidup ini hanyalah sebuah permainan. Life is a game, so play it! Apakah bener hidup kita ini cuma sebuah permainan? Kalo hidup ini sekedar permainan, berarti kita bole- bole aja kebut-kebutan di jalan, bermain-main dengan taruhan nyawa kita, mengisi hidup dengan kesenangan-kesenangan diri sendiri. Bukankah hidup ini hanya sekedar permainan yang perlu dimainkan dan dinikmati?
But, in fact hidup ini bukanlah sebuah permainan. Kita enggak bisa mempermainkan hidup kita seenak diri sendiri karena kita harus mempertanggung-jawabkan setiap hal yang kita lakukan selama kita menghirup oksigen di bumi ini. Setiap detik yang kita lewatkan harus diperhitungkan di hadapan tahta Allah. Bagaimana bisa kita memperlakukan hidup ini sebagai sebuah permainan?
Girls, mentang-mentang masih muda, kita kadangkala mengira bahwa hidup kita boleh “diboroskan” untuk hal-hal yang kita anggap enggak akan bisa lagi kita lakukan di masa tua kelak. Hidup berhura-hura dalam kesenangan duniawi, gonta- ganti pacar mumpung masih remaja, nyobain hal-hal negatif (misalnya rokok, minuman keras, or even drugs!) yang padahal kita udah ketahui bahwa itu merupakan hal buruk dan merusak. Kita ngejalanin hidup sebagai sebuah permainan yang kita kira bisa kita hentikan suatu saat nanti - ketika kita udah dewasa ‘n enggak bisa main-main lagi. Padahal, siapakah yang bisa tau umur manusia? Kita enggak bakalan tau apakah kelak kita masih punya kesempatan untuk “hidup serius” ‘n bener-bener. Bukankah itu hal yang aneh? Seharusnya kita menjalani hidup ini dengan sungguh-sungguh serius karena kita enggak akan pernah tau kapan hidup kita berakhir. Mungkin hari ini, mungkin taon depan, mungkin ketika kita udah keriput nanti, who knows? Jadi, pastikan hidup kita bukan sebuah permainan!


(TMS)

feel .

Rabu, 28 Maret 2012

                                               I hope the person in this pic is ME and YOU
HMMMMM so sweet ga sih ?? menurut gue keadaan dimana ladies di samping pria yg main gitar itu terlihat SENSUAL, bukan! maksud gue romantis aja gitu ..yaah walopun si cowo cuma megang gitarnya doang ga di mainin..hhe*

di tambah sekarang gue juga lagi suka?hmmmm mengagumi? mungkin kedua-duanya :D
the boy that i loved is the person who can playing guitar very well .like him not just his face (maybe) but all of .......all of his..i LOVE~
for now , i just can see him, say ;hello' to him, andddd just it,,
*looh kenapa jadi curhat???*

yah pokoknya walopun lagi suka someone atopun enggak gue tetep seneng liat cowo yg bisa main musik paling gak gitar lah :))))

berharap someday gue bisa dalam keadaan yg kaya gitu ..bersama soulmate gue nanti.. *i'm wait*
 

WELCOME!

Kamis, 09 Februari 2012

SELAMAT DATANG YA DI NEW BLOG GUE :)
POSTINGAN AKAN DIMULAI BESOK ..
GOD BLESShttp://www.emocutez.com